Redaksi7.id, TUBAN – Persatu Tuban harus puas berbagi poin saat melawan Triple’s Kediri pada babak 32 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026. Laskar Ronggolawe ditahan imbang dengan skor 1-1.
Pertandingan berlangsung di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Senin sore (5/1/2026). Persatu Tuban sebenarnya cukup mendominasi sepanjang laga. Namun, sejumlah peluang emas yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol.
Sejak kick off dimulai, Persatu Tuban langsung agresif menyerang. Anak asuhan Slamet Sampurno terus menekan pertahanan lawan dan menciptakan beberapa peluang.
Meski demikian, Persatu malah kebobolan terlebih dahulu. Pada menit 30, Putra Maulana Dwi Kartika berhasil menjebol gawang Persatu yang dikawal Rafi Ardiono. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persatu yang membutuhkan kemenangan terus meningkatkan serangan. Usaha Rendy Setiawan dan kawan-kawan baru membuahkan hasil pada menit 73 melalui kaki Rezza Maulana Farullah atau Reza Jepang.
Menjelang akhir laga, pertandingan semakin sengit. Kedua tim saling balas serangan dan mengancam pertahanan lawan. Namun hingga wasit meniup peluit panjang ganda berakhirnya pertandingan, skor tetap imbang 1-1.
Baca Juga:
Head Coach Persatu Tuban, Slamet Sampurno menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras para pemain. Meski belum mampu meraih hasil sesuai harapan, setidaknya para pemain telah bermain maksimal.
“Karena pertandingan pertama tidak mudah apalagi tadi dua pemain kunci kami ada yang cedera di awal babak pertama tapi ternyata tidak mengurangi daya juang para pemain,” ujar Slamet Sampurno pada konferensi pers usai laga.
Dalam kesempatan yang sama, pemain Persatu Tuban, Rendy Setiawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tuban khususnya suporter, jika mereka belum mampu memberikan hasil maksimal.
“Ke depannya kita akan maksimalkan lagi di latihan untuk finishing agar pertandingan kedua nanti kita bisa meraih hasil yang positif,” kata Rendy sapanya.
Sementara itu, Head Coach Triple’s Kediri, Abdullah Choirul Umar mengucap rasa syukur atas raihan satu poin. Melawan tuan rumah sudah diprediksi bakal sangat berat, sehingga hasil imbang sudah cukup bagus.
“Memang melawan tuan rumah itu selalu berat, tapi di babak pertama plan kita sudah berjalan cukup baik, bahkan kita sempat mencuri terlebih dahulu. Namun demikian, kurangnya fokus pemain kita akhirnya terjadi gol balasan dari tuan rumah Persatu Tuban,” ungkapnya.(sav/dif)

















