TUBAN – Pande besi masih menjadi tujuan masyarakat untuk membuat peralatan pertanian maupun jagal hewan. Kualitas produk yang terjaga dan harga relatif terjangkau membuat usaha tradisional itu masih mampu bersaing dengan pabrik modern.
Terlebih mendekati Idul Adha 1446 Hijriyah seperti sekarang. Pande besi makin ramai diserbu pelanggan. Banyaknya umat muslim menyembelih hewan kurban membuat pesanan pisau jagal melonjak drastis.
Salah satunya Pande Besi Kadis yang berada di Jalan Kerek-Montong, Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Pesanan didominasi pisah jagal hewan, baik pisau sembelih, pisau iris, maupun pisau khusus untuk menguliti hewan.
Dalam sehari pesanan pisau jagal bisa mencapai 20-25 bilah. Jumlah tersebut belum termasuk pelanggan yang datang untuk sekedar mengasah atau mempertajam kembali pisau yang dimiliki. Padahal hari biasa, pesanan didominasi alat pertanian.
“Jelang Idul Adha pesanan pisau alhamdulillah meningkat, sehari bisa 20 sampai 25 biji per hari,” kata Kadis (53) saat diwawancara sejumlah wartawan di tempat kerjanya.
Pisau buatan pande besi dijamin kuat dan tajam, karena menggunakan bahan berkualitas. Prosesnya ditempa secara manual menggunakan bara api dari arang kayu jati. Sementara untuk harga dipatok cukup terjangkau antara Rp20.000-Rp100.000 bergantung jenis dan ukuran.
Baca Juga:
“Harga bervariasi mulai 20 ribu sampai yang besar 100 ribu. Selain buat, ada juga yang perbaiki, meningkat. Menajamkan 15 ribu, kalau besar 20 ribu,” terangnya.
Pande besi tradisional masih memiliki banyak penggemar di era modernisasi. Produknya yang berkualitas dengan harga terjangkau masih mampu bersaing dengan produk pabrikan.
“Pesan disini karena bagus, tajam. sudah lama langganan kesini, setiap kurban kesini,” beber seorang pelanggan Sukardi (67).
Pesanan pisau jagal hewan diprediksi masih akan terus bertambah hingga hari pelaksanaan ibadah kurban. Selain pisau jagal, Pande Besi Kadis juga melayani pesanan pembuatan sabit, parang, kapan, serta cangkul.(sav/dif)

















