Tuban – Dalam upaya mendukung kesejahteraan masyarakat, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Tanjung Awar-Awar, meluncurkan program Sistem Pengembangan Agrikultur Terpadu Desa Sinergi Energi (SIPANDU DESI).
Program unggulan Corporate Social Responsibility (CSR) itu didesain untuk mengatasi masalah di sektor pertanian dan peternakan. Selain itu juga memanfaatkan potensi lokal yang melimpah di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
“SIPANDU DESI adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk tidak hanya menjadi pemimpin dalam penyediaan energi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang aktif dalam memberdayakan masyarakat dan melestarikan lingkungan,” kata Senior Manager PT PLN Nusantara Power, Yunan Kurniawan.
Dalam implementasinya, SIPANDU DESI menggabungkan teknologi hijau dengan kearifan lokal. Program ini memanfaatkan limbah pertanian seperti bonggol jagung yang biasanya hanya dibakar, menjadi biomassa untuk co-firing di pembangkit listrik.
Selain itu, inovasi lain seperti pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) sebagai bahan pupuk organik dan material konstruksi. Hal itu turut mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.
“Limbah jagung misalnya belum terkelola dengan baik, yang selama dibakar kemudian ternak juga limbahnya dikelola mandiri belum optimal biasanya ditimbul di samping rumah,” jelasnya kepada wartawan.
Baca Juga:
Program SIPANDU DESI merupakan hasil kolaborasi erat antara PT PLN Nusantara Power dengan berbagai stakeholders, diantaranya Institut Pertanian Bogor (IPB), Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tuban, Pemerintah Desa Wadung, serta Kelompok Masyarakat Mitra Program.
“Perhitungan bagi hasil ya 40-60, tapi PLN tidak ambil keuntungan dari sini. Di sini ada manajemennya sendiri, terangnya.
Fasilitas SATRIA PADU, yang merupakan Sentra Edukasi Masyarakat Pertanian dan Peternakan Terpadu, menjadi pusat dari semua aktivitas. Di sini masyarakat mendapatkan pelatihan tentang teknik pertanian terpadu, pengelolaan limbah, dan penggunaan teknologi terbarukan untuk mendukung produktivitas yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Kerja sama PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar yang terjalin dengan IPB ini memadukan keahlian akademik dan inovasi praktis untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program. Kolaborasi ini memastikan bahwa penelitian pertanian terkini dan kemajuan teknologi diterapkan dalam program, sehingga masyarakat dapat mengakses solusi mutakhir untuk pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.
Program SIPANDU DESI tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan adanya program ini, petani dan peternak dapat mengakses teknologi dan pengetahuan baru yang mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. Selain itu, transformasi limbah menjadi produk bernilai tinggi seperti biomassa dan pupuk organik, membuka peluang ekonomi baru yang lebih luas.
“Exit program itu nanti kita ukur kemandirian dari masyarakat, kelompok masyarakat ini. Kalau sudah mandiri nanti dari PLN mulai mengurangi perannya di situ, nanti harapannya ini bisa direplikasi di tempat-tempat lain,” pungkasnya.(dif)

















