PLTU Tuban Salurkan Mesin Pengolah Limbah Pertanian Jagung

Redaksi7

Mesin pengolah limbah pertanian jagung "Hammer Mill".

Redaksi7.id, TUBAN – Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-Awar, Kabupaten Tuban, salurkan mesin pengolah limbah pertanian jagung “Hammer Mill” kepada kelompok masyarakat.

Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud pemberdayaan perusahaan pada sektor pertanian dan peternakan serta mendukung program pemerintah pusat terkait pemenuhan kebutuhan pangan dan protein hewani.

Diketahui, Kabupaten Tuban merupakan salah satu penghasil jagung tertinggi nasional. Dengan luas lahan 133.857 hektar, produksi jagung mencapai 767.134,47 ton pada tahun 2024.

Jutaan ton limbah berupa bongkol dan jerami mampu dihasilkan setiap tahunnya. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menjadi sumber polusi lingkungan yang sangat serius.

Namun dengan pendekatan dan keterampilan, limbah ini mampu dirubah menjadi bahan baku yang berharga untuk produksi energi dan pakan ternak.

“Selama ini, setelah pasca panen janggel dan tebon jagung kerap dianggap limbah dan bahkan hanya dibakar begitu saja, sehingga menghasilkan emisi gas rumah kaca,” kata Senior Manager PLTU Tanjung Awar-Awar, Yunan Kurniawan.

“jadi kini limbah pertanian jagung dapat dioptimalkan dan menjadi pemasukan tambahan bagi petani dengan memanfaatkan limbah tadi menjadi Biomassa Co-Firing untuk bahan bakar di PLTU dan juga dapat dijadikan pakan ternak secara langsung maupun bahan baku campuran pakan ternak,” lanjutnya.

Bantuan mesin “Hamer Mill” yang diberikan PLTU kepada kelompok masyarakat memiliki kapasitas produksi sebanyak 2 ton per jam, sehingga sangat memadai sekali dengan potensi lahan dan limbah pertanian jagung yang ada di Tuban.

Menurut Yunan, memanfaatkan limbah produksi jagung sebagai bahan biomassa dan pakan ternak merupakan langkah baru menuju pertanian berkelanjutan dengan melakukan pengurangan karbon secara global.

“Selain itu limbah ini juga mampu dioptimalkan untuk mendukung keberlanjutannya energi baru dan terbarukan secara alternatif sehingga tercapai Net Zero Emission (NZE) atau langkah cepat dalam mengurangi emisi karbon,” tuturnya.

Selain itu, kelompok masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan operasional serta keamanan dan keselamatan bahkan perawatan mesin yang bakal diaplikasikan oleh mereka.

“Dengan bantuan mesin ini diharapkan bisa menumbuhkan nilai tambah ekonomi baru bagi petani dalam pemanfaatan alat pengolah limbah hasil pertanian berupa janggel atau tongkol jagung dalam menjadikan limbah sebagai pakan ternak secara langsung ataupun bahan baku campuran pakan yang dikelola secara bersama-sama,” pungkasnya.(sav/dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment