TUBAN – Sekelompok gangster remaja konvoi menyusuri jalanan Kabupaten Tuban. Sambil mengendarai sepeda motor, Mereka mencari kelompok gangster lain untuk balas dendam, Sabtu dini hari (22/3/2025).
Beruntung, rencana penyerangan tersebut berhasil digagalkan Tim Jatanras Polres Tuban. Sebanyak 5 remaja berhasil diamankan untuk dilakukan pembinaan.
“Jam 02.45 WIB, lokasi di MPP, yang diamankan 4 anak dewasa, 1 anak di bawah umur,” terang Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Tuban IPDA Mochammad Rudi melalui pesan whatsApp
Penghadangan itu bermula dari informasi masyarakat saat Tim Jatanras sedang melakukan patroli malam. Setelah ditelusuri, ternyata benar diketahui adanya sekelompok remaja berkendara motor dalam satu iring-iringan.
Ketika hendak diberhentikan, rombongan itu justru tancap gas. Polisi tak tinggal diam. Pengejaran pun dilakukan hingga akhirnya para remaja tersebut berhasil diamankan.
“Tiga hari lalu ada warga melapor yang resah melihat ada kelompok berkeliaran membawa sajam,” terang Rudi.
Baca Juga:
Berdasarkan pengakuan salah satu remaja, mereka berkonvoi untuk mencari anggota gangster lain. Hal tersebut dilakukan sebagai aksi balas dendam atas penyerangan yang dilakukan gangster lain beberapa waktu lalu.
“Mereka ini korban serangan sebelumnya. Malam ini, mereka berencana membalas dendam. Tapi kami berhasil menggagalkan sebelum bentrokan terjadi,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan, polisi tidak menemukan senjata tajam. Namun, untuk mencegah hal buruk, petugas memberikan pembinaan fisik dan mental. Para remaja ini dihukum 10 kali push-up dilanjut mengucapkan janji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.
“Yang dilakukan pembinaan fisik dan dibubarkan,” imbuh Rudi.
Setelah mendapatkan pembinaan, para remaja tersebut akhirnya dipulangkan. Polisi berharap mereka benar-benar sadar dan tidak lagi terlibat dalam aksi kekerasan.
“Kami harap kejadian ini jadi pelajaran. Jangan mudah terprovokasi. Lebih baik fokus pada masa depan daripada terjebak dalam aksi kekerasan,” pungkasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama di malam hari. Tawuran dan aksi balas dendam sering terjadi karena kurangnya pengawasan dan salah pergaulan.(dif)

















