TUBAN – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) memblokir akses jalan tambang PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Senin siang (21/4/2025).
Massa buruh berunjukrasa menuntut anak usaha Semen Indonesia tersebut menjamin hak-hak para driver Jasa Pengelola Alat (JPA). Selain itu perusahaan juga didesak mempertahankan sistem kerja dan pengupahan yang layak bagi para pekerja.
Berdasarkan pantauan, sebanyak 300 buruh mengawali aksi dengan long march dari sekretariat FSPMI menuju kawasan PT UTSG. Sesampainya di lokasi, massa langsung berkumpul menutup akses menuju tambang batu kapur.
Sambil membentangkan spanduk dan poster-poster, mereka melakukan orasi bergantian. Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan tidak dapat dilewati kendaraan. Akibatnya, sejumlah dump truk pengangkut hasil tambang harus berhenti beroperasi.
Massa yang berjumlah ratusan ini mendesak agar para petinggi perusahaan untuk bertemu. Hal itu direspon manajemen PT UTSG dengan mengajak perwakilan peserta aksi berdialog. Namun, mediasi yang dilakukan masih belum mencapai kesepakatan hasil.
Ketua FSPMI Tuban Duraji mengatakan, aksi demonstrasi yang dilakukannya itu merupakan sebuah bentuk perjuangan dari serangkaian perlawanan terhadap ketidakadilan yang menimpa para driver JPA.
Baca Juga:
Aksi dilakukan untuk menuntut PT UTSG menjamin keberlangsungan pekerjaan para driver di PT UTSG. Selain itu perusahaan juga didesak mempertahankan sistem kerja dan pengupahan yang layak bagi para pekerja.
“Karena di PT UTSG ini ternyata menggunakan skema pekerjaan dilimpahkan kepada vendor, yang mana kami menganggap bahwa ini suatu pelanggaran,” katanya.
Duraji mengancam jika PT UTSG tetap bersikeras menolak tuntutan para buruh, maka mereka akan memblokir jalan utama agar operasional perusahaan lumpuh untuk sementara waktu.
“Sudah kita pastikan dan sudah kami deklarasikan mulai detik ini kami akan pasang tenda sampai dipenuhi oleh PT UTSG sesuai dengan tuntutan kami,” tegasnya.
Sementara itu, pihak UTSG masih belum memberikan tanggapan terhadap aksi tersebut. Mereka beralasan masih akan berkoordinasi dengan pihak internal perusahaan untuk memberikan kepastian kepada awak media maupun para pihak pendemo.(dif)

















