Tuban – Sebanyak 1.251 rumah tangga kurang mampu di Kabupaten Tuban, mendapat bantuan pemasangan baru listrik. Selain itu mereka juga diberi token listrik sebesar Rp100.000.
Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) itu diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. Realisasi bantuan tersebar di 7 wilayah kecamatan, yaitu Grabagan, Kerek, Montong, Merakurak, Palang, Parengan, dan Plumpang.
“Terbukti program ini yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” ujar anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita Sari, usia acara Sosialisasi dan Penyalaan Pertama Program BPBL Provinsi Jawa Timur di Desa Talang Kembar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Minggu (22/9/2024).
Menurut Ratna Juwita, BPBL diinisiasi bersama Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak tahun 2022. Program terus berlanjut tahun 2023, 2024, dan rencananya akan diteruskan sampai tahun 2025 mendatang.
“Kami berharap bahwa program ini kedepannya bisa terus dilaksanakan sampai Indonesia benar-benar total 100 persen menyalah,” harapnya.
Selama 3 tahun terakhir, sebanyak 10.473 rumah tangga di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro, merasakan program BPBL. Namun, hingga kini masih tersisa sebanyak 3.500 lebih rumah tangga masuk daftar tunggu.
Baca Juga:
“Sampai dengan 2024 ini kita sudah membawa aspirasi 10.473 padahal kita masih punya waiting list sekitar tiga ribu lima ratusan,” ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
“Jadi kami minta kepada Kementerian SDM dan PLN untuk terus support sampai masyarakat di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro bisa benar-benar memiliki jaringan listrik mandiri di rumahnya masing-masing,” lanjutnya.
Penerima manfaat BPBL mengaku bersyukur rumahnya bisa memiliki jaringan listrik sendiri. Sebab, selama ini mereka harus menyalur listrik dari tetangga atau saudara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Senang sekali bisa mendapatkan bantuan ini, sangat bermanfaat,” ungkap Rohmat Basuki (45) warga Desa Talang Kembar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.
Hal senada disampaikan Lasiman (53). Program ini sangat membantu keluarganya beraktifitas sehari-hari, terutama di malam hari ketika kebutuhan akan penerangan sangat penting.
“Syukur bisa dapat pasang listrik ini, bisa untuk penerangan masak iwak (ikan) pada malam hari,” ucap Lasiman.
Kementrian ESDM telah merealisasikan BPBL sebanyak 38.321 Di Jawa Timur, selama tahun 2022 dan 2023. Selanjutnya pada tahun 2024 ditargetkan 26.605 rumah tangga tidak mampu akan terlistriki secara gratis.
“Pada akhir tahun 2022 dan 2023, penerima bantuan untuk Provinsi Jawa Timur masing-masing mendapatkan 18.071 dan 20.250 rumah tangga,” papar Koordinator Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Heru Setiawan.
“Dan pada tahun ini, telah ditetapkan sebanyak 19.261 rumah tangga dan akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga sesuai dengan target sebesar 26.605 rumah tangga,” sambungnya.
Heru menyampaikan, program yang telah dijalankan sejak tahun 2022 ini tetap berlanjut pada tahun 2024 dengan target 150.000 rumah tangga se-Indonesia. Jika menemukan adanya pungutan liar, penerima manfaat diharap melapor Melalui Contact Center 136.
Sementara , Staff Ahli Direksi PT PLN (Persero) Priyo Wurianto menyampaikan bahwa calon penerima BPBL harus Terdaftar dalam DTKS dari Kementerian Sosial, Berdomisili di wilayah 3T dan/atau Berdasarkan Hasil Validasi Rumah Tangga oleh Kepala Desa/Lurah/Pejabat setingkat yang setara.
“Program ini juga salah satu dari sekian upaya pemerataan akses listrik ke seluruh nusantara untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dengan memberikan 900 VA bagi Rumah Tangga (RT) miskin belum berlistrik yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ucap Priyo.(dif)

















