TUBAN – Aditya Halindra Faridzky dan Joko Sarwono ditetapkan sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tuban terpilih. Mereka berhasil menang telak pada Pemilihan 2024 dengan perolehan 528.942 suara atau 83,89 persen.
Penetapan dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban di Kayu Manis Resto Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Tuban, Kamis sore (9/1/2024).
“Alhamdulillah hari ini berjalan dengan lancar, sudah ditetapkan dan tinggal menunggu jadwal pengesahan dan pelantikan,” kata Ketua KPUK Tuban Zakiyatul Munawaroh kepada wartawan usai acara.
Zakiyatul menerangkan bahwa pihaknya mengundang kedua Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban peserta Pemilihan 2024. Namun, hanya Calon Wakil Bupati nomor urut 2 Joko Sarwono yang hadir. Sedangkan Bupati Tuban terpilih Aditya Halindra Faridzky serta Paslon nomor urut 1 Riyadi dan Wafi Abdul Rosyid tidak hadir.
“Pasangan satu tidak ada konfirmasi. Kemudian Paslon 2, untuk yang Bupatinya tadi disampaikan oleh bapak wakil bupatinya tadi memang ada udzur, tidak bisa hadir,” jelasnya.
Selanjutnya KPUK akan menyerahkan hasil penetapan ini ke Kementrian Dalam Negeri melalui DPRD Tuban. “Dan kemudian nanti akan dijadwalkan untuk pelantikan bupati dan wakil bupati. Kalau sesuai dengan regulasi kemarin itu adalah 10 Februari,” pungkasnya.
Baca Juga:
Sementara itu, Wakil Bupati Tuban terpilih Joko Sarwono menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Tuban yang telah mempercayakan kembali kepemimpinan Kabupaten Tuban kepada Aditya Halindra Faridzky atau Lindra.
Joko Sarwono berjanji akan memegang amanah dari masyarakat untuk membangun Kabupaten Tuban lebih baik. Visi misi yang disampaikan pada Pemilihan 2024 kemarin aman dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tuban.
“Kami akan menyesuaikan lagi pelaksanaan visi-visi Mas Linda dan saya 5 tahun ke depan ini. Nanti akan kita tuangkan ke RPJMD 2025-2030,” terangnya.
Terkait ketidakhadiran Bupati Tuban terpilih, Joko mengatakan bahwa mereka sempat berkomunikasi. Namun, Lindra mengatakan tidak bisa hadir karena sedang menjalankan tugas di luar kota.
“Tadi kami berkomunikasi sekitar jam setengah dua. Kemudian Mas Linda menyampaikan tidak bisa hadir karena ada kegiatan di luar kota,” tandasnya.(dif)

















