RPS Ajak Pelajar Manfaatkan Teknologi Kecerdasan Buatan Secara Tepat

Redaksi7

Para pelajar serius mengikuti setiap sesi penyampaian materi.

TUBAN – Ronggolawe Press Solidarity (RPS) mengajak pelajar setingkat SMA di Kabupaten Tuban, mengenal Artificial Intelligence (AI). Hadirnya teknologi kecerdasan buatan itu tak bisa ditolak, sehingga perlu dimanfaatkan untuk menunjang kinerja positif.

Hal tersebut disampaikan dalam Pelatihan Jurnalistik dan Pemanfaatan AI di SMAN 1 Kerek, Senin (23/12/24024). Pelatihan diikuti 30an pelajar dari sekolah di wilayah Kecamatan Kerek, Merakurak, dan Montong.

Ketua RPS Khoirul Huda mengucapkan terima kasih pada SMAN 1 Kerek yang menyediakan tempat. Selain itu juga kepada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan Bank Jatim yang memberikan support penuh, serta dukungan Cabang Dinas Pendidikan Tuban-Bojonegoro dan Kantor Kemenag Tuban.

Menurut Huda sapaan akrab Ketua RPS, awalnya pelatihan AI ini direncanakan 8 titik, karena waktunya mepet, maka hanya digelar di 3 titik. Sebelum di Kerek, kegiatan serupa sudah digelar di Kecamatan Jenu dan Rengel.

“Kami sedikit memaksakan diri untuk dilaksanakan, alhamdulillah koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan dan Kemenag lancar, sehingga merekomendasikan sekolah untuk mengirim siswa ke pelatihan ini,” ucapnya.

Kehadiran AI memang tidak bisa ditampik dan ditolak. Hadirnya AI menjadikan hidup lebih berwarna. Para peserta akan diajak belajar menggunakan AI yang baik dan benar.

“Namanya robot buatan manusia pasti tidak sempurna. AI hanya alat bantu, jadi dimanfaatkan untuk membantu bukan untuk ketergantungan. Terima kasih supportnya dari SIG dan Bank Jatim semoga tahun depan tetap bisa berlanjut,” katanya.

Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Kasubbag TU Cabang Dinas Pendidikan Tuban-Bojonegoro Yuliati. Hadir dalam pembukaan Senior Manager of Corporate Communication PT SIG Tuban, perwakilan dari SMAN 1 Kerek dan perwakilan Bank Jatim sebagai mitra kegiatan.

Dharma Sunyata mengatakan, teknologi AI dan hal-hal yang mengiringinya tak bisa dihindari. Perkembangan teknologi kejam, karena itu, para siswa atau generasi muda harus dibekali ilmu dan kemampuan agar tidak tergerus dengan kekejaman perkembangan teknologi tersebut.

“Ilmu dari sekolah belum cukup untuk mengikuti perkembangan di luar. Di medsos misalnya sangat luar biasa, ada joget-joget dan sebagainya. Semua ada dampaknya, karena itu harus membekali diri agar tidak terkena dampak negatif teknologi. Pelatihan ini adalah salah satu sarana menambah ilmu itu,” ujarnya.

Karena itu, Dharma berpesan pada para peserta untuk menggali sedalam-dalamnya tentang AI ini. Ketika sudah ahli AI atau IT bisa menghasilkan uang yang banyak, bahkan bisa melebihi penghasilan dia dan yang hadir itu. Ahli AI atau IT punya waktu kerja yang bebas, tidak terikat waktu dan jam kantor.

“Kalau kami yang di depan ini terbatas, hanya seragamnya yang gagah, tapi penghasilan kalah dengan para ahli AI. Jadi manfaatkan benar-benar pelatihan ini,” tambahnya.

Dharma juga mengajak para siswa untuk mulai mengubah mindset atau pola pikir soal pekerjaan. Diharapkan untuk tidak bergantung pada industri, namun bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan kemampuan yang dimiliki. Kemampuan AI salah satunya. Karena dunia industri terbatas, namun dunia IT tak terbatas.

“Mulai sekarang mindsetnya jangan tergantung pada dunia industri, kayak SIG misalnya, setahun hanya menerima karyawan beberapa saja, sedangkan lulusan ribuan. Sangat terbatas, karena itu jangan batasi pikiran, kuasai materi yang disampaikan, ketekunan akan menghasilkan, tularkan kemampuan AI ke teman lainnya agar sukses bareng-bareng,” pesannya.

Karena pentingnya dan manfaat pelatihan semacam itu, Dharma meminta jangan hanya tingkat dasar saja, namun bisa dilanjutkan dengan pendalaman. Pihaknya siap mendukung kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

“Semoga berlanjut tidak hanya tingkat dasar, tapi lebih dalam lagi karena membawa manfaat pad warga,” tandasnya.

Sementara itu, Zuliati Kasubbag TU Cabang Dinas Pendidikan Tuban-Bojonegoro menyatakan para peserta pelatihan adalah anak-anak pilihan. Karena siswa lain sedang liburan, namun para peserta masih mau belajar. Menurutnya, teknologi terus maju karena itu harus bisa menyesuaikan. Sebagai ahli IT, Zuliati, jaman dulu pernah bermimpi ada mesin atau program yang bisa menyiram tanaman secara otomatis. Karena dia melihat ayahnya yang petani terlihat susah payah untuk menyiram tanaman.

‘Bagi orang lain itu ide gila, tapi bagi orang IT memang harus gila idenya, dan terbukti kan kemudian muncul alat-alat siram otomatis kayak itu. Tidak ada yang tidak mungkin dengan kreatifitas dan inovasi yang terus dilakukan,” terangnya.

Karena itu, dia sangat senang dan bangga saat RPS menggelar pelatihan ini. Bangga karena RPS peduli dengan masa depan para siswa dan generasi muda, sehingga membekali mereka dengan kemampuan untuk mengenali dan memanfaatkan teknologi.

Misalnya orang IT punya ide bagaimana caranya membuat program saat kaki menginjak karpet, terus bekerja sendiri sehingga karpet jadi bersih. Atau mencuci buah dan sayur cukup dengan memasukkan ke air, 5 menit bersih.

“Saya ingin anak-anak jangan hanya menjadi konsumen, tapi ciptakan program sendiri, ciptakan teknologi sendiri, buat diri kalian kreatif dan inovatif. Kemampuan IT bisa menghasilkan cuan, tapi kelemahannya IT bisa mengurangi peluang kerja manusia. Siap tidak siap harus siap, inilah kemajuan teknologi,” katanya.(dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment