Sempat Diisukan Diculik Makhluk Halus, Petani Tuban Ditemukan Gantung Diri di Hutan

Redaksi7

Tangkapan layar dari video sesaat setelah mayat korban ditemukan tergantung di atas pohon.

TUBAN – Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Sesosok mayat pria ditemukan tergantung di atas pohon tepi sungai kawasan hutan Dusun Guwaran, Desa Sidotentren, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Minggu petang ( 27/4/2025).

Diketahui identitas adalah Jasmono warga Dusun Karang Jarak, Desa Sidotentren, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. Petani berusia 50 tahun itu sebelumnya sempat diisukan hilang diculik makhluk halus.

Kapolsek Bangilan AKP Rukandar mengatakan pihaknya mendapat laporan adanya penemuan mayat sekitar pukul 16.15 WIB. Anggota polsek kemudian mendatangi lokasi dan langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Posisi mayat tergantung di atas pohon setinggi kurang lebih 3 meter. Leher mayat terjerat seutas tali tampar warna biru dengan panjang kurang lebih 1,5 meter.

“Dinyatakan oleh warga bahwa mayat gantung diri tersebut bernama Jasmono, umur 50 tahun,” ujar Rukandar dalam laporan kepada pimpinan yang diteruskan ke wartawan melalui whatsApp.

Berdasarkan informasi, pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu meninggalkan rumah sejak 24 April 2025. Korban sempat diisukan hilang diculik makhluk halus, karena menghilang tanpa jejak.

“Pada tanggal 25 April 2025, pukul 13.30 WIB telah dilaporkan Sumarni (40) bahwa, suaminya meninggalkan rumah sejak tanggal 24 April 2025,” jelasnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada mayat. Korban dipastikan tewas akibat gantung diri.

“Korban meninggal dunia dikarenakan gantung diri, dimana keterangan dari keluarga, yang bersangkutan diduga mengidap penyakit lambung yang kronis,” lanjut Rukandar.

Selanjutnya, pihak keluarga dan pemerintah Desa Sidotentren meminta jenazah untuk diserahkan untuk dimakamkan sesuai keyakinan. Setelah membuat surat pernyataan, mayat korban diserahkan kepada keluarga.

“Barang bukti seutas tali tampar plastik warna biru panjang lebih kurang 1,5 meter,” terangnya.(dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment