TUBAN – Seorang warga ditemukan tewas tertimbun di area bekas tambang pasir kwarsa Dusun Gebalan, Desa Wukirharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Rabu pagi (11/12/2024).
Korban diketahui bernama Samijan (57) warga sekitar. Diduga korban tertimbun pasir yang longsor dari atas tebing setinggi hampir 10 meter. Akibatnya, korban terjebak dan kehabisan oksigen untuk bernafas.
Dijelaskan Kapolsek Parengan IPTU Muhammad Yusuf, korban awalnya berpamitan pergi mencari pasir urug. Korban kemudian menuju area bekas galian pasir kwarsa yang tak jauh dari rumahnya.
“Sekira pukul 07.00 WIB korban berpamitan pergi mencari lasir urug dengan mengendarai sepeda motor dan membawa cangkul,” kata Yusuf melalui pesan whatsapp kepada wartawan, Jumat (13/12/2024).
Kemudian pada pukul 14.00 WIB, seorang warga bernama Sukimin melintas di sekitar area tambang bekas galian tersebut. Saksi melihat terdapat sepeda motor terparkir, namun tidak menemukan siapapun di sekitar lokasi.
“Sukimin melihat ada sepeda motor tapi tidak bertemu dengan siapapun, sehingga berinisiatif mencari pemilik sepeda motor,” jelasnya.
Baca Juga:
Saat mencari pemilik sepeda motor, Sukimin melihat ada punggung yang tertimbun pasir. Setelah didekati dan diperiksa, ternyata tubuh manusia. Merasa takut, Sukimin segera memberitahu warga.
“Kemudian memberitahu warga di sekitar tempat kejadian, dan bersama-sama berusaha menolong korban,” imbuh Kapolsek Parengan.
Namun, korban yang berhasil dievakuasi keluar dari timbunan pasir diketahui telah tidak bernyawa. Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes), lalu diteruskan ke Polsek Parengan.
Menurut Yusuf, paska kejadian aparat kepolisian melakukan olah TKP dan mengidentifikasi mayat korban. Petugas bersama tim medis Puskesmas Parengan juga memeriksa mayat korban untuk mengetahui penyebab utama kematian.
Berdasarkan pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat korban. Sementara pada lubang hidung dan mulut korban terdapat penuh pasir kwarsa.
“Disimpulkan korban meninggal dunia akibat kehabisan oksigen pada saat tertimbun pasir kwarsa,” tegasnya.
Selanjutnya mayat korban diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakankan secara layak. “Keluarga korban menolak dilakukan otopsi terhadap jenasah dan keluarga juga tidak menuntut siapapun dalam kejadian tersebut,” pungkasnya.(dif)

















