Redaksi7.id, TUBAN – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 5 ton di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban.
TPST yang diberi nama D’Joyo Lestari itu merupakan yang pertama di Kabupaten Tuban. Pembangunan TPST tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam upaya menciptakan kondisi lingkungan yang lebih sehat.
Peresmian TPST D’Joyo Lestari dihadiri General Manager Pabrik Tuban, Priyatno, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi, dan Bidang PPSLB3 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Eko Elyyanto.
General Manager Pabrik Tuban dalam sambutannya menyampaikan bahwa Solusi Bangun Indonesia berbagi visi yang sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan bagi kita semua. Pembangunan TPST D’Joyo Lestari merupakan wujud komitmen Perusahaan dalam upaya partisipatif menciptakan kondisi lingkungan yang lebih sehat.
“Semoga, inisiatif ini dapat menginspirasi replikasi di daerah lain, agar lebih banyak kolaborasi dapat terbangun, lebih banyak pemangku kepentingan yang terlibat untuk peduli terhadap pengelolaan lingkungan secara mandiri dan produktif,” ujarnya.
Pengelolaan sampah desa masih mengandalkan sistem kumpul-angkut-buang dan menimbulkan potensi dampak pencemaran lingkungan. Solusi Bangun Indonesia terdorong untuk mewujudkan proyek kolaboratif ini bersama dengan BUMDes dan Universitas Brawijaya.
Baca Juga:
TPST D’Joyo Lestari yang memiliki ukuran bangunan 12×18 meter persegi ini dibangun di atas lahan seluas 3.200 meter persegi. Dengan kapasitas operasional 3-5 ton sampah per hari, TPST ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu menyelesaikan permasalahan sampah desa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono berharap TPST D’Joyo Lestari menjadi pusat pembelajaran desa untuk memecahkan permasalahan lingkungan dan menciptakan nilai ekonomi produktif.
“Masalah sampah bukan hanya soal tumpukan limbah, tapi soal cara kita memperlakukan bumi. TPST Sawir D’Joyo Lestari adalah wujud nyata inovasi dari kerja sama dan kepedulian. Kolaborasi antara Solusi Bangun Indonesia, Universitas Brawijaya dan BUMDes ini memberi harapan baru bahwa pengelolaan lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang cerdas, bermanfaat, dan memberdayakan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengelola TPST D’Joyo Lestari, Syariful Anam menyambut antusias program ini sebagai tempat pembelajaran untuk pemeliharaan lingkungan dan memunculkan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
“Saya berharap Desa Sawir menjadi desa yang ramah lingkungan dan keberadaan TPST ini dapat memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi warga di desa sekitar pabrik,” tutur Syariful.(sav/dif)

















