TUBAN – Banjir luapan Bengawan Solo merendam lahan pertanian cabai di wilayah Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Hektaran tanaman cabai gagal panen, sehingga petani harus merugi.
Para petani sempat berusaha panen dini untuk menyelamatkan cabai agar tidak busuk terendam banjir. Namun ironis, hasil panen dibuang para petani, karena cabai tidak laku dijual.
Seperti dialami Yasman (63). Sebanyak 7.000 batang tanaman cabai yang ditanam terendam banjir. Panen dini yang dilakukan mampu menghasilkan sekitar 7 kuintal cabai muda.
“Kemarin sama tengkulak disuruh memanen, setelah dipanen ternyata tak laku, bahkan dijual harga Rp4.000 per kilogramnya aja ada pembeli,” ujar Yasman, Senin (19/5/2025).
Yasman sempat bingung mau diapakan cabai-cabai yang telah dipanen. Merasa kecewa, ia kenudian membuang cabai ke aliran sungai Bengawan Solo.
Menurut Yasman, tanaman cabai miliknya sudah berusia 66 hari dan siap dipanen kurang lebih 20 hari ke depan. Akibat banjir tersebut, kerugian yang dialami mencapai Rp40 juta. Terhitung mulai biaya tanam sampai perawatan selama 66 hari.
Baca Juga:
“Semoga ada ganti rugi atau perhatian dari pemerintah,” pungkasnya.(sav/dif)

















