TUBAN – Terungkap, penyebab tewasnya narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kabupaten Tuban adalah minuman oplosan. Jumlah korban ternyata tidak satu, melainkan tiga orang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua korban tewas saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Koesma Tuban, dan satu korban lainnya selamat hingga kini masih menjalani rawat inap.
Korban tewas diketahui bernama Yulia (24) warga Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban dan Rafika (26) asal Kabupaten Bojonegoro. Sedangkan satu korban selamat Natali (29) warga Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.
Diketahui sebelumnya, korban Yulia tewas pada Selasa, 13 Mei 2025, pukul 18.05 WIB. Selang beberapa jam kemudian tepatnya pukul 23.42 WIB menyusul korban Rafika.
“Setelah 1 yang meninggal, beberapa saat kemudian ada 2 pasien lagi yang dirujuk untuk dirawat dan 1 meninggal di RS,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Tuban Irwanto Dwi menjawab konfirmasi wartawan melalui pesan whatsapp, Jumat (16/5/2025).
Minuman oplosan yang dikonsumsi para korban merupakan minuman kemasan bersoda yang dicampur dengan pewangi pakaian. Efek dari minuman tersebut tidak langsung terasa, melainkan perlahan selama beberapa hari.
Baca Juga:
Mayat kedua korban tewas telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan secara layak. Sementara itu, korban selamat masih menjalani rawat inap di rumah sakit.
Berbagai upaya medis telah dilakukan Tim dokter untuk menyelamatkan nyawa korban. Antara lain, cuci lambung untuk mengeluarkan cairan dari dalam lambung, serta cuci darah karena racun telah menyebar ke dalam aliran darah.
Satu korban masih dirawat tersebut saat ini kondisinya sudah membaik,” imbuhnya.(sav/dif)

















