TUBAN – Cuaca buruk dan gelombang laut tinggi menghantam perairan utara Kabupaten Tuban. Sejumlah kapal nelayan yang sedang bersandar mengalami kerusakan akibat saling bertabrakan.
Seperti terpantau di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Rabu pagi (20/8/2025). Sebanyak tujuh kapal nelayan rusak cukup parah. Bahkan tiga kapal diantaranya nyaris tenggelam.
Kerusakan terparah dialami kapan milik Solikin (45), nelayan asal Palang. Sebelum kejadian, ia bersama Anak Buah Kapal (ABK) bersiap melaut sore hari. Namun, cuaca buruk tiba-tiba datang, dan gelombang laut menerjang.
“Kapal saya ini rusaknya yang paling parah. Kerugiannya sekitar Rp150 juta. Kapal harus dibawa ke darat untuk diperbaiki dan itu bisa memakan waktu berbulan-bulan. Sementara ini saya tidak bisa melaut,” ujar Solikin.
Menurut Solikin, TPI Palang perlu dibangun penahan gelombang (breakwater) di sisi barat, seperti yang ada di selatan, agar kapal lebih aman saat ombak besar datang. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk bantuan maupun perbaikan fasilitas pelabuhan.
Sementara itu, Kepala Desa Palang, Asad menyebutkan, terdapat sebanyak tiga kapal mengalami kerusakan parah dan empat kapal mengalami kerusakan ringan.
Baca Juga:
“Saya berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam. Karena pengelolaan TPI ini milik daerah, maka breakwater harus diperhatikan lagi supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Asad menambahkan, pembangunan breakwater di sisi barat sangat dibutuhkan untuk melindungi kapal nelayan dari hantaman gelombang tinggi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.(sav/dif)

















