Tradisi Berbagi Bubur Khas Timur Tengah yang Diresepkan Turun Temurun

Redaksi7

Pengurus masjid bergantian mengaduk bubur dalam kuwali besar.

TUBAN – Tradisi berbagi selama Bulan Suci Ramadhan masih terus dilanggengkan warga keturunan Arab di Kelurahan Kutorejo, Kabupaten Tuban. Mereka bergotong royong memasak bubur bercitarasa khas Timur Tengah, lalu membagikannya secara gratis.

Kegiatan sosial itu dilaksanakan di halaman Masjid Muhdhor yang berlokasi di Jalan Pemuda. Setelah sholat Dhuhur, pengurus masjid bersama warga sekitar mulai menyiapkan bahan-bahan untuk memasak bubur.

Mereka bergantian mengaduk beras dalam kuwali besar. Kemudian bahan-bahan lain dimasukan secara bertahap, seperti santan, garam, serta bumbu racikan khusus. Proses ini membutuhkan waktu hingga 2 jam sampai bubur benar-benar matang.

“Sekali produksi bisa mencapai 50 kilogram, ada beras, ada daging dan rempah-rempah pilihan,” kata Remaja Masjid Muhdhor Tuban Alwi Ba’agil kepada wartawan, Minggu sore (2/3/2025).

Namun, bumbu racikan khusus bercitarasa khas Timur Tengah dibuat terlebih dahulu. Pembuatan dipercayakan kepada satu keluarga yang memegang resep secara turun temurun.

“Disini ada spesial bumbunya khas Timur Tengah. Komposisinya ada daging, bawang merah, serai, kayu manis, dan racikan khas Timur Tengah, dan yang meracik turun temurun, sekarang yang meracik cucu-cucunya,” tandasnya.

Sesuai nama tempat memasak dan pembagiannya, bubur gratis ini dikenal dengan nama Bubur Muhdhor. Berbagi bubur selama Bulan Suci Ramadhan ini sudah menjadi tradisi sejak tahun 1936.

“Ini sejak tahun 1937 berjalan sampai sekarang. Ini dikakukan selama ramadhan, dibagikan untuk umum gratis,” terang Alwi.

Proses memasak bubur berakhir seiring adzan Ashar. Namun adonan bubur yang telah matang tidak langsung dibagikan, melainkan menunggu waktu jelang Maghrib.

Ratusan warga mulai anak-anak, wanita, sampai pria dewasa turut mengantri untuk mendapatkan Bubur Muhdhor. Tak cukup membawa piring atau mangkok, sebagian warga juga terlihat membawa ember dan panci.

Meski demikian, warga mengaku senang. Kerelaan berebut dilakukan karena Bubur Muhdhor ini memiliki citarasa khas, dan hanya bisa ditemui selama bulan suci Ramadhan.

“Antri bubur Muhdhor untuk dimakan buka puasa. Rasanya enak ada kambing gulainya. Sering kesini setiap ramadhan,” kata Raffi, seorang anak yang ditemui sedang menunggu pembagian bubur.(dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment