TUBAN – Satu keluarga korban kecelakaan maut adu banteng Bus Rajawali Indah dan mobil Panther dimakamkan dalam satu liang lahat di pemakaman umum Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Kamis malam (10/4/2025).
Ratusan orang memadati rumah duka dan turut mengantar jenazah ketujuh korban hingga lokasi pemakaman. Suasana haru dan Isak tangis keluarga, kerabat serta tetangga mengiringi pemakaman korban.
“Keluarga, terutama anak dari Bu Lisrikah merasa terpukul dan kehilangan,” kata Kaur Kesra Desa Tuwiri Wetan yang juga masih kerabat jauh para korban Mbah Bisri usai pemakaman.
Berdasar pantauan Redaksi7, ketujuh jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 17.30 WIB. Dari Gresik, Jenazah diangkut menggunakan 6 ambulans dengan pengawalan mobil polisi.
Setelah mampir rumah duka, jenazah korban langsung dibawa menuju masjid setempat. Selanjutnya jenazah dishalati warga secara berjamaah di halaman masjid.
“Setelah dishalati kemudian dimakamkan,” jelas Mbah Bisri kepada wartawan di area pemakaman.
Baca Juga:
Ketujuh korban dimakamkan dalam satu liang lahat. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penggalian dan mempermudah keluarga jika ingin takziyah.
“Kalau gak dijadikan satu terlalu lama. Kalau jadi satu cepat dan keluarga enak kalau takziyah,” terangnya.
Bisri menjelaskan bahwa akibat kecelakaan maut tersebut keluarga korban Besar kehilangan garis keturunan. Seluruh anggota keluarga termasuk anak dan cucu turut menjadi korban.
“Yang enam itu kan sudah gak ada ahli warisnya. Hanya Bu Lisrikah yang ada suami, lainnya putus,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, satu keluarga asal Tuban tewas dalam kecelakaan di Jalur Pantura, tepatnya Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik, Kamis pagi (01/4/2025). Mobil Panther yang ditumpangi terlibat tabrakan adu banteng dengan Bus Rajawali Indah.
Tujuh orang penumpang mobil tewas. Antara lain, Ahkmad Basuki (49), Besar (66), Muhammad Al Fatih (3), Hafiz Gandawiharja (17), Muhammad Aqib (26), Wiwik Sunarti (42), dan Lisrikah (54). Seluruhnya warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Rombongan tersebut berangkat ke Surabaya untuk mengantar korban Aqib berangkat ibadah Umroh.(dif)

















