TUBAN – Sebanyak 91 ekor ular berhasil ditangkap petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban. Hewan-hewan liar itu telah meneror warga dengan menyatroni permukiman.
Penangkapan ular berlangsung selama 2,5 bulan, mulai Januari sampai pertengahan Maret 2025. Jenis ular yang ditangkap bervariasi, mulai piton hingga kobra.
“Puluhan ular itu didominasi ular piton, dengan panjang dua hingga tiga meter,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Gunadi ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/3/2025).
Kemunculan hewan-hewan melata itu disinyalir berkaitan dengan cuaca ekstrim. Suhu yang dingin dan banjir bandang membuat ular keluar dari habitat asalnya, lalu berkeliaran masuk permukiman warga.
“Karena cuaca dingin, sekarang ini mereka cenderung bergelantungan di atap-atap rumah,” terang Gunadi.
Dijelaskan Gunadi, sebelumnya ular-ular yang tertangkap sempat ditempatkan di kandang transit yang berada di Markas Komando (Mako) Damkar Tuban. Namun, sebagian telah diangkut ke rehabilitasi Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim.
Baca Juga:
“Ada 51 ekor ular yang dibawa ke BKSDA untuk pemeriksaan kesehatan dan persiapan pelepasliaran ke habitat yang lebih aman,” beber Gunadi.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan Tuban itu menghimbau kepada masyarakat supaya tetap tenang apabila di tempat tinggalnya di temukan kemunculan ular.
“Kalau takut evakuasi sendiri, segera hubungi petugas Damkar,” serunya.(dif)

















