Redaksi7.id – TUBAN – Siraman Waranggono atau biasa juga disebut Siraman Sindir kembali digelar di Sendang Widodaren kawasan Wisata Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Rabu (10/12/2025).
Ritual budaya syarat makna itu sempat vakum selama hampir lima tahun. Berdasarkan catatan, Siraman Waranggono terakhir digelar pada bukan November tahun 2019. Kala itu siraman diikuti ratusan seniman langen tayub.
Acara diawali dengan kirab. Barisan depan para lelaki membawa hasil bumi dan pusaka, diikuti rombongan waranggono, baik senior maupun generasi muda. Sambil diiringi musik gamelan Jawa, mereka berjalan menuju Sendang Widodaren.
Prosesi siraman menggunakan air dari tujuh mata air yang telah dikumpulkan dalam satu wadah. Salah satunya air yang berasal dari Sendang Widodaren.
“Alhamdulillah kita bisa melaksanakan ini (Siraman Waranggono) lagi setelah sempat vakum, terakhir tahun 2019 sebelum covid,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Tuban, M. Emawan Putra.
Ritual siraman ini sebagai simbol pembersihan diri dan harapan agar profesi waranggono bisa lancar dan membawa keberkahan.
Baca Juga:
“Ini merupakan ritual bermunajat agar dihindarkan dari marabahaya dan diberikan anugerah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” jelas Emawan.
Ke depan, fokus utama pemerintah daerah adalah membenahi pola pelaksanaan siraman, agar benar-benar kembali pada pakem dan nilai sakralnya. Selain itu, stigma negatif yang selama ini melekat pada pagelaran seni tayub harus dihapus, agar waranggono dipandang sebagai subjek seni, bukan objek hiburan.
Jika sudah sesuai tradisi, ritual siraman dipastikan memiliki daya tarik wisata. “Ciri khas Tuban itu harus ditonjolkan. Mungkin itu yang belum terbaca,” katanya.(sav/dif)

















