TUBAN – Puluhan warga berunjuk rasa di kantor PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Rabu pagi (5/2/2025).
Massa memprotes proses lelang barang bekas yang selama ini dilakukan UTSG. Proses lelang dinilai tidak transparan, sehingga warga sekitar tidak pernah mendapat informasi. Salah satunya lelang 37 unit kendaraan alat berat senilai Rp2,6 milyar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, unjuk rasa dilakukan puluhan warga gabungan beberapa desa ring 1 UTSG. Antara lain Desa Temandang, Tobo, Tlogowaru, Sumberarum, dan Desa Karanglo.
Massa sempat melakukan orasi di depan pintu gerbang kantor. Setelah itu sebanyak 6 orang perwakilan warga diminta masuk untuk mediasi bersama manajemen UTSG. Mediasi berlangsung alot selama 2 jam lebih.
“Selama ini lelang tidak transparan,” kata perwakilan warga Desa Temandang Purnomo yang dikonfirmasi wartawan usai mediasi bersama UTSG.
Purnomo menjelaskan, warga menuntut proses lelang diperbaiki. Sebelum lelang tidak ada informasi kepada warga, namun tiba-tiba Balai Lelang menunjuk pemenang. Hal tersebut membuat warga merasa proses lelang di UTSG tidak transparan.
Baca Juga:
“UTSG dan Balai Lelang harus memberitahu ke warga kalau ada lelang. Itu keputusan akhir dalam pertemuan ini,” katanya saat ditanya hasil mediasi.
Meski demikian, Purnomo mengakui bahwa proses lelang yang tidak transparan itu tidak berdampak kerugian materi kepada warga. Namun, warga ingin proses lelang berlangsung transparan dan tidak dikuasai sekelompok orang saja.
“Kalau UTSG melanggar keputusan ini maka warga tak segan menuntut, karena komitmen ini tertulis,” tegas Purnomo.
Dikonfirmasi terpisah, Departement Head Corp. SHE, CSR, Security & Comunication UTSG Budi Banyuarsyah membantah proses lelang tidak transparan. Pihak perusahaan menyerahkan sepenuhnya proses lelang aset kepada Balai Lelang.
“Selama ini perusahaan sudah berusaha transparan dan Balai lelang juga telah menginfokan lewat media massa secara umum sesuai dengan prosedur,” tuturnya.
Menurut Budi, sebelum lelang UTSG memberitahu ke Balai Lelang. Seluruh proses diserahkan sepenuhnya kepada Balai Lelang. Selanjutnya, Balai Lelang akan menyampaikan kepada masyarakat umum.
“Mulai dari pendaftaran hingga pemenang diumumkan itu wewenang Balai lelang. UTSG lepas dan tidak ada hubungan apa-apa, karena lelang sudah dikuasakan kepada Balai lelang,” terangnya.(dif)

















