Redaksi7.id, TUBAN – Warga ramai-ramai mengeluhkan kualitas BBM jenis Pertalite yang dibeli dari sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Tuban. Sepeda motor yang dikendarai mendadak mengalami mogok usai mengisi bahan bakar.
Seperti dikeluhkan Ricky. Sepeda motor Nmax miliknya tiba-tiba mengalami brebet atau mesin tersendat setelah diisi Pertalite. Padahal, sebelumnya kendaraan matic tersebut tidak pernah bermasalah.
“Podo, Mas. Nmax-ku tak gas mati, tak gas mati. Sudah tiga hari ini,” kata Ricky kepada wartawan, Minggu siang (26/10/2025).
Hal senada disampaikan oleh Maman. “Kemarin sore nggak ada masalah. Tapi begitu isi Pertalite, langsung brebet pas jalan. Kirain olinya habis, tapi setelah dibawa ke bengkel katanya harus ganti busi, dan penyebabnya karena ada problem pada bahan bakar,” ujarnya.
Tak hanya dua orang itu, laporan serupa juga datang dari pengguna motor yang mengisi bahan bakar jenis pertalite di pom bensin wilayah Sleko, Gaji, Mulung, Dasin, Sugihwaras, Widang, hingga Rengel.
Wildan, warga lainnya, menyebut aroma Pertalite akhir-akhir ini tidak seperti biasanya, bahkan menyerupai bahan bakar yang sudah lama.
Baca Juga:
“Raiso digawe banter, Mas. Kecepatan 20 wae wes mati, opo maneh tanjakan. (Nggak bisa dibuat cepat, baru 20 km/jam sudah mati, apalagi kalau nanjak),” keluhnya.
berdasarkan pantauan, sejumlah warga terpaksa membawa motornya ke bengkel dengan biaya perbaikan bervariasi, mulai dari Rp45 ribu hingga Rp500 ribu.
Sementara itu, Agung, salah satu mekanik bengkel di Kecamatan Widang, mengaku menerima banyak laporan motor brebet sejak sehari sebelumnya.
“Mulai kemarin, Mas. Puluhan kendaraan keluar-masuk bengkel dengan keluhan sama brebet setelah isi Pertalite, dan kebanyakan motor metik,” jelasnya.
Menurutnya, rata-rata kerusakan ditemukan pada filter bensin yang kotor dan busi. “Tadi rata-rata harus ganti busi, Mas,” tambahnya.(sav/dif)

















