TUBAN – Pemandian Alam Bektiharjo di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, dikeluhkan pengunjung. Para petugas Wisata yang dikelola Pemerintah Daerah (Pemda) itu dianggap tidak ramah.
Seperti terpantau di postingan akun Instagram mediainformasiorangtubanjatim. Awalnya admin memposting keluhan pengunjung terkait mahalnya tiket masuk untuk atlet renang yang berlatih.
“Tolong pihak Bektiharjo pelayanan ditingkatkan. Sudah pesan HTM anak-anak dua malah dimasukkan dewasa,” tulisnya.
Akibatnya pengunjung harus membayar lebih banyak, yaitu Rp22.000. Harga tersebut untuk dirinya dan 2 anak yang diantar latihan renang. Padahal sebelumnya, anak latihan renang hanya dikenakan tiket Rp3.000 per anak, dengan satu orang pengantar gratis.
Ironisnya, kenaikan harga tiket masuk Wisata Bektiharjo tidak diimbangi dengan perbaikan fasilitas. Para pengunjung kerap mengeluhkan kondisi kamar ganti yang kran airnya rusak, serta fasilitas permainan anak yang sudah rapuh, rawan ambrol.
“Betul, HTM (Harta Tiket Masuk) naik tapi fasilitas kurang,” timpal akun nayadhayana.
Baca Juga:
Senada, akun prasticadp juga menambahkan buruknya fasilitas Wisata Bektiharjo. “Ruang ganti dari jaman dulu yo pancet ae horor, tapi tarife jaluk mundak wae,” komentarnya.
Postingan tersebut mendapat banyak komentar dari sesama pengunjung. Selain masalah harga tiket masuk dan fasilitas, mereka juga mengeluhkan petugas loket wisata Bektiharjo yang tidak ramah.
“Yang nunggu loket yang cewek judes pool gak bisa ramah sama pengunjung,” ujar riniediyawati dalam komentar.
“Nggih bun. Gak iso guyu blas, pas awal belum tahu bayar normal, ngomonge bentak-bentak sama manyun,” imbuh riniewidiyawati.
Bahkan, seorang pengunjung mengaku pernah mengalami perlakukan tidak menyenangkan dari seorang petugas loket wanita. Ia diomeli karena buru-buru masuk untuk mengantar anaknya yang sudah terlambat latihan.
“Yang perempuan pakai hijab gak tua-tua amat, pernah sekali pas antar anak les renang karena sudah telat, jadi aku antar masuk dulu gak beli tiket. Maksudku habis aku antar, aku ke loket beli tiket. Dikejar anjir sama perempuan itu sambil diomelin. Frontliner kok judes amat,” curhat ritadwilestari.
Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak pengelola Wisata Pemandian Alam Bektiharjo. Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban Siti Umi Hanik belum membalas konfirmasi yang dikirim melalui pesan WhatsApp, Senin siang (17/2/2025).(dif)

















