Redaksi7.id, TUBAN – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram masih terus berlangsung di wilayah Kabupaten Tuban. Ratusan warga rela mengantri dan berdesak-desakan demi mendapat gas LPG di sebuah pangkalan Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak.
Meski demikian, banyak warga yang tidak kebagian gas LPG 3 kilogram. Mereka harus pulang dengan tangan hampa dan memendam kekecewaan.
Warga setempat Watini mengatakan bahwa kelangkaan gas LPG 3 kilogram sudah berlangsung 3 pekan. Selain sulit ditemukan, harga gas bersubsidi pemerintah itu melonjak tajam Rp30.000 per tabung di tingkat pengecer.
Untuk mengantisipasi aksi borong, pembelian gas LPG 3 kilogram dibatasi hanya satu tabung per orang. Selain itu pembeli juga wajib menunjukkan identitas berupa KTP.
“Hampir satu jam lebih tadi ngantri agar bisa mendapatkan tabung gas elpiji dan kondisi seperti ini sudah terjadi lama tiga Minggu,” kata Watini, Senin siang (6/6/2026).
Watini menyebut, harga gas elpiji yang dijual di pangkalan relatif murah yakni seharga Rp18.000 per tabung. Watini sendiri mengaku, jika tabung gas elpiji itu bakal dipakai untuk memasak selama satu Minggu.
Baca Juga:
Sementara itu, Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi mengatakan jika kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang terjadi akhir-akhir ini diduga berpotensi adanya penimbunan atau penyelewengan.
Secara supply Pertamina sudah memberikan tambah lebih dari normal, kalo murni peningkatan konsumsi harusnya bisa mencukupi. Indikasi barang ditambah namun masyarakat masih kekurangan.
“Sudah kami tambah lebih dari normal, kalo murni peningkatan konsumsi harusnya bisa mencukupi. Indikasi barang ditambah namun masyarakat masih kekurangan ada potensi penimbunan atau penggunaan diluar peruntukkan,” kata Ahad Rahedi saat dikonfirmasi.
Ahad Rahedi menyebut, kelangkaan gas elpiji tiga kilogram ini perlu juga ada peran aktif lintas sektor, karena dari sisi supply Pertamina sudah menyiapkan tambahan.(sav/dif)

















