LPG 3 Kg Langka di Tuban, UMKM Kuliner Stop Produksi

Redaksi7

Warga serbu pangkalan LPG di Kelurahan Karangsari, Kabupaten Tuban.

Redaksi7.id, TUBAN – Gas LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Tuban, langka dan menghilang dari peredaran. Selama hampir sepekan terakhir, masyarakat kesulitan mendapat gas, baik di pengecer maupun pangkalan resmi.

Kondisi tersebut membuat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kuliner harus berhenti produksi. Bahkan beberapa diantaranya terpaksa harus memasak menggunakan kayu bakar.

Seperti yang disampaikan Mariana, warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Produsen jajanan kue itu mengaku sudah 4 hari kesulitan mendapat gas LPG 3 kilogram. Padahal, Ia membutuhkan 1-2 tabung setiap hari untuk memasak kue dagangannya.

“Sudah empat hari nggak dapat LPG, jadi nggak buat jajan sudah beberapa hari,” kata Mariana kepada wartawan saat sedang mengantri gas LPG 3 kilogram di Pangkalan setempat, Sabtu siang (4/4/2026).

Mariana mengaku terpaksa harus berhenti produksi dan menutup lapak dagangannya  lantaran tidak memiliki bahan bakar gas. Selain itu, Ia juga tidak bisa memasak untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Jualannya berhenti, nggak bisa buat jajan, kue, nggak punya gas,” bebernya.

Senada, seorang ibu rumah tangga bernama Inawaroh juga mengaku kesulitan mendapat gas LPG 3 kilogram. Akibatnya, selama 5 hari terakhir, Ia harus memasak menggunakan kayu bakar.

“Sudah kesulitan LPG sejak 5 hari, gak ada LPG ya pakai kayu untuk masak,” katanya saat diwawancara wartawan.

Berbeda dengan Mariana, Inawaroh yang telah mengantri 4 jam belum kebagian LPG 3 kilogram. Ia bersama beberapa warga terpaksa harus pulang dengan memendam kekecewaan.

“Antri sejak jam tujuh tetap nggak dapat,” ucapnya sedih.

Sementara itu, Andi Mustami, pemilik pangkalan, mengaku mendapat pasokan seperti biasa. Menurutnya, pasokan LPG 3 kilogram tidak mengalami kendala dan bahkan pengurangan.

“Nggak ada pengurangan, tetap seperti biasa. Ini tadi kiriman 180 tabung langsung habis hanya dua jam. Kalau hanya disini Rp18 ribu,” jelasnya.

Diketahui, kelangkaan gas LPG 3 kilogram terjadi di wilayah Kabupaten Tuban selama beberapa hari terakhir. Tak hanya sulit ditemukan, bahan bakar bersubsidi itu juga kerap dijual dengan harga selangit, mencapai Rp30.000 sampai Rp40.000.(sav/dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...

Leave a Comment