Redaksi7.id, TUBAN – Madrasah Aliyah (MA) Islamiyah Senori menggelar wisuda Prodistik VIII Program Pendidikan Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik) hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Wisuda berlangsung di halaman MA setempat, Kamis (30/4/2026). Ha ini menegaskan komitmen MA Islamiyah Senori dalam mencetak generasi unggul berbasis teknologi dan keislaman.
Dalam momen yang sama, juga digelar pelepasan siswa kelas XII. Sebanyak 167 siswa resmi diwisuda setelah menempuh program Prodistik yang telah berjalan selama lebih dari 11 tahun.
Kepala MA Islamiyah Senori, H. A. Musta’in, menjelaskan bahwa wisuda tahun ini menjadi bukti konsistensi madrasah dalam mengembangkan kompetensi teknologi bagi siswa, tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.
“Harapan kami, anak-anak meskipun sekolah di madrasah tetap memiliki kemampuan teknologi. Istilahnya pintar ngaji, jago IT, dan juga berprestasi,” ujarnya.
Menurutnya, program Prodistik di MA Islamiyah Senori yang telah berjalan selama 11 tahun. Program ini merupakan pendidikan terapan bidang IT dari ITS yang diperuntukkan bagi siswa tingkat SMA/MA.
Baca Juga:
“Program ini tidak semua sekolah ada dan cuma beberapa sekolah saja yang di Tuban, salah satunya di MA Senori ini,” tambahnya.
Lanjutnya, dalam kerja sama Prodistik dengan ITS tidak mudah, karena madrasah harus melalui proses seleksi ketat, mulai dari akreditasi hingga kelengkapan sarana prasarana teknologi.
Selain itu, program ini juga menerapkan sistem pembelajaran mirip SKS, dengan pilihan bidang seperti perkantoran dan desain grafis.
“Untuk dapat mengikuti program tersebut, sekolah harus melalui proses seleksi ketat, mulai dari akreditasi A, pengajuan proposal kerja sama, hingga verifikasi sarana prasarana IT oleh pihak ITS.
Setelah dinyatakan layak, para siswa-siswi langsung mendapatkan pembinaan langsung dari ITS,” tegasnya.
Menurut pria low profil ini, selama mengikuti Prodistik, siswa mendapatkan pembelajaran terstruktur dengan bimbingan tutor yang terhubung langsung dengan ITS dengan pertemuan satu kali dalam sepekan. Meski keterbatasan laboratorium menjadi tantangan, pembelajaran tetap berjalan efektif dengan sistem bergiliran satu kali dalam sepekan.
“Alhamdulillah, banyak lulusan dari MA Senori ini yang bisa bekerja sesuai keahliannya, khususnya di bidang desain grafis dan teknologi,” tuturnya.
Dalam sambutannya, perwakilan Prodistik ITS, Tyas Ajeng Nastiti, mengapresiasi semangat belajar siswa MA Islamiyah Senori. Ia mengaku selalu terkesan dengan antusiasme para siswa setiap kali berkunjung.
“Tidak semua sekolah bisa menjalin kerja sama sejauh ini. MA Islamiyah Senori luar biasa karena mampu mempertahankan kolaborasi lebih dari 11 tahun,” tuturnya.
Ia juga menyebut sejumlah prestasi yang diraih siswa, mulai dari juara lomba animasi, Excel programming, hingga pengembangan aplikasi. Prestasi tersebut menjadi bukti kualitas pembelajaran Prodistik di madrasah ini.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sunnatunnur, dr. H. Zainurofiq, menegaskan bahwa MA Islamiyah Senori berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau. Bahkan, madrasah ini tercatat sebagai salah satu sekolah swasta di Tuban dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri.
“Tahun ini, sebanyak 37 siswa lolos ke PTN seperti UNS, UPN Veteran, UINSA, Walisongo, hingga Trunojoyo,” jelasnya.
Menurutnya, lulusan Prodistik juga mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui, sehingga memiliki bekal kuat untuk melanjutkan pendidikan maupun terjun ke dunia kerja.
Ke depan, pihak yayasan menargetkan perluasan kerja sama hingga ke perguruan tinggi luar negeri, guna meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi dan pesantren.
“Yang kami tekankan, lulusan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta mampu menjaga ukhuwah Islamiyah dan nama baik almamater,” pungkasnya.(*)

















