Redaksi7.id, TUBAN – Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dirangkai dengan Pengukuhan Mahasiswa Baru serta Penyerahan Syahadah bagi Mahasiswa Asrama.
Dalam momen tersebut, Rektor IIKNU Tuban, Miftahul Munir, perkembangan kampus yang terus menunjukan tren positif. Mulai pencapaian jaringan kerja sama hingga peningkatan jumlah pendaftar mahasiswa baru.
Pada tahun akademik 2026/2027, IIKNU Tuban mencatat peningkatan jumlah mahasiswa baru. Jika tahun sebelumnya, hanya sebanyak 223 mahasiswa, maka tahun ini mencapai 292 mahasiswa.
“Sekarang meningkat yang masuk ini 227 untuk yang reguler kemudian yang program alih jenjang ada 65,” kata Rektor IIKNU Tuban, Miftahul Munir kepada wartawan usai acara.
Menurut Munir, program studi keperawatan masih menjadi jurusan dengan peminat tertinggi. Sementara itu, program baru Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga mendapat respons cukup tinggi, bahkan peminatnya datang dari sejumlah daerah di luar Tuban. Antara lain, Lamongan, Bojonegoro hingga Gresik.
Baca Juga:
Munir mengatakan, kualitas penyelenggaraan pendidikan IIKNU Tuban semakin diakui oleh mitra industri nasional maupun internasional. Kampus telah menjalin kerja sama dengan beberapa mitra luar negeri, salah satunya di Taiwan yang melibatkan penjaminan mutu dan gizi produk makanan.
“Dari perusahaan makanan yang masuk di Taiwan itu, kita diterima magang sebagai ahli gizi,” ungkapnya.
Program penyerahan syahadah asrama menjadi salah satu agenda penting. Rektor menjelaskan bahwa program asrama telah berjalan sejak lama dan kini dilaksanakan secara bergilir per 3 bulan menyesuaikan kapasitas tempat.
Tujuannya menyamakan visi dan pemahaman mahasiswa yang berangkat dari latar belakang sekolah berbeda, adaptasi keragaman, serta pembentukan karakter. Mengintegrasikan transfer of knowledge, pembentukan attitude, dan kepemimpinan agar terbentuk karakter civitas akademika IIKNU Tuban yang utuh.
”Bidang kesehatan itu mengurus nyawa, sehingga butuh keseriusan tinggi. Kami tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan orang tua untuk ikut memantau proses belajar putra-putrinya,” ungkapnya.
Munir menyebut perkembangan tersebut tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari, serta sejumlah tokoh NU di Tuban.
Dukungan terhadap mahasiswa juga diwujudkan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Pada tahun ini, sebanyak 30 mahasiswa IIKNU Tuban menerima KIP, meningkat dibandingkan periode awal program pada 2022 yang mencatat 25 penerima.
Ratna Juwita Sari menyerahkan KIP tersebut saat memberikan pembekalan wawasan kepada mahasiswa baru IIKNU Tuban tahun akademik 2026/2027.
“Sebenarnya bukan ranah komisi saya, tetapi demi rasa cinta ke IIKNU akhirnya kami perjuangkan dan sekarang ada 30 mahasiswa IIKNU yang mendapat KIP,” ujar Ratna.
Ratna juga mengapresiasi perjalanan IIKNU Tuban yang dinilainya terus berkembang. Ia mengatakan perjuangan IIKNU hingga mencapai kondisi saat ini tidak mudah sehingga diperlukan kolaborasi untuk mendorong kemajuan pendidikan kesehatan di Tuban.
Dalam kesempatan tersebut, Ratna berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan spiritualitas, khususnya bagi mahasiswa yang mengikuti program asrama.
“Saya yakin generasi yang dicetak IIKNU Tuban ini menjadi tenaga kesehatan yang melayani sepenuh hati di masyarakat. IIKNU juga harus tetap istiqomah berjuang agar mahasiswa baru terus bertambah, dan juga lulusannya bisa terserap habis,” imbuhnya.(*)













