Remaja Jatuh Meninggal di Dasar Tambang Kumbung Tuban

Redaksi7

Proses evakuasi mayat korban dilakukan tim BPBD Tuban di dasar galian tambang batu kumbung Desa Tegalrejo.

Redaksi7.id, TUBAN – Seorang remaja ditemukan meninggal dunia di dasar galian tambang batu kumbung Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Senin siang (14/9/2026).

Korban diduga terjatuh dari ketinggian sekitar 50 meter dengan posisi kepala membentur dasar jurang. Namun, polisi masih belum berani berspekulasi penyebab korban jatuh, karena tidak ada satupun saksi mata yang mengetahui.

Kapolsek Merakurak, AKP Hartono menerangkan mayat korban ditemukan pertama kali oleh Narko, Ketua RT setempat. Ia menemukan korban saat sedang mencari bongkahan batu kumbung.

“Penemuan tadi pagi dari Pak RT yang mencari gerogalan tadi melihat mayat di situ kemudian melaporkan kepada kepala desa,” kata Kapolsek.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, mayat diketahui bernama Fika (17), warga Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak. Korban dipastikan tewas terjatuh dari ketinggian sekitar 50 meter.

Namun, pihak kepolisian masih mendalami penyebab utama korban jatuh ke dasar galian. Polisi belum berani berspekulasi, apakah korban terpeleset jatuh atau sengaja menjatuhkan diri.

“Kemungkinan untuk dugaan jatuh dari ketinggian kita belum memastikan karena kita belum ada saksi yang mengarah ke sana. Mungkin nanti masih dalam penyelidikan,” terang Hartono.

Menurut Hartono, pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan otopsi terhadap mayat korban. Untuk itu, mayat korban langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk segera dilakukan pemakaman secara layak.

Sementara itu, Kepala Desa Tahulu, Sumariyono, mengungkapkan bahwa korban menghilang dari rumah sejak Sabtu malam. Pihak keluarga juga telah melakukan upaya pencarian Ke sejumlah tempat, tapi hasilnya nihil.

“Tadi kurang lebih jam 8, orang tuanya ke rumah, melaporkan bahwa anaknya ini Sabtu malam minggu keluar dari rumah. Orang tua beserta tetangga itu sudah mencari,” ujarnya.

Menurut Kades Tahulu, korban memiliki sedikit gangguan depresi. Korban juga telah beberapa kali menghilang dari rumah.

“Dari laporan orang tuanya, korban ini ada sedikit gangguan di sarap lah, depresi seperti itu, baru beberapa bulan ini lah,” ungkapnya.(sav/dif)

Ekbis

Ekbis

UTSG Tuban Diprotes Pengusaha Lokal, Lelang Kendaraan dan Alat Berat Tidak Transparan

TUBAN – Proses lelang barang milik PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) di Kabupaten Tuban, menuai protes. Lelang puluhan kendaraan ...

Ekbis

Hotel Bintang 4 Pertama Hadir di Tuban, Utamakan Kenyamanan Pengunjung

TUBAN – Hotel bintang 4 terbaik hadir di Kabupaten Tuban. Masyarakat maupun wisatawan Bumi Wali kini memiliki pilihan baru untuk ...

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, SIG Bantu Pembuatan Pasar Tradisional di Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus membuktikan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya di desa-desa ...

Ekbis

SBI Pabrik Tuban Raih Penghargaan Industri Hijau 2024

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi satu-satunya pabrik semen yang mendapat penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian ...

Ekbis

Pasar Sapi Sepi Dampak Wabah Virus PMK Kembali Menyebar

TUBAN – Kembali merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sepi. ...

EkbisWarna Warni

Tuban Fair 2024 Dimulai, Hari Jadi ke-731 Kabupaten Tuban Semakin Meriah

Tuban – Tuban Fair Tahun 2024 di GOR Rangga Jaya Anoraga Kabupaten Tuban resmi dimulai, Rabu (6/11/2024) sore. Acara yang ...