
Redaksi7.id, TUBAN – Memasuki masa purna tugas bukanlah akhir dari produktivitas. Hal inilah yang ditekankan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban saat menggelar pelatihan budidaya melon sistem greenhouse bagi karyawannya di area Ecopark Kambangsemi, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini dikemas khusus sebagai bekal pengetahuan yang dapat menjadikan alternatif kegiatan bagi para karyawan dalam memasuki masa pensiun, sehingga nantinya tetap dapat mempunyai memiliki aktivitas agar kesehatan juga tetap terjaga sekaligus dapat memberikan tambahan pendapatan.
Group Head of Plant Operation SIG Pabrik Tuban, Muchamad Supriyadi, mengungkapkan bahwa transisi dari rutinitas kantor menuju masa pensiun seringkali memicu kecemasan, baik dari sisi kesiapan mental maupun stabilitas finansial.
”Pelatihan ini adalah bentuk pendampingan dari perusahaan kepada para karyawan yang akan,menjalani masa pensiun. Kami ingin bapak dan ibu memiliki gambaran aktivitas yang positif dan produktif. Budidaya melon sistem greenhouse ini bukan sekadar hobi, tapi peluang bisnis yang dapat menjadi alternatif dalam mengisi masa pensiun agar pikiran tetap segar dan tubuh tetap sehat,” ujar Supriyadi.
Dalam sesi praktik, para peserta diajak mendalami teknik dari hulu ke hilir budidaya buah melon, mulai dari persiapan media tanam hingga strategi panen. Zubas, selaku pendamping budidaya melon di Ecopark Kambangsemi, menjelaskan bahwa pasar melon premium saat ini masih sangat terbuka lebar.
Varietas yang menjadi primadona dalam pelatihan ini adalah Rock Melon Golden Aroma. Varietas ini dipilih karena masuk dalam kategori kelas atas (premium) dengan nilai jual yang lebih baik dibanding harga melon jenis lainnya di pasar konvensional.
Baca Juga:
Meski membutuhkan investasi awal yang cukup signifikan untuk pembangunan infrastruktur, seperti contoh yang ada di Ecopark Kambangsemi ini, sistem greenhouse menawarkan kepastian hasil yang lebih terukur dibandingkan lahan terbuka. Estimasi hitungan bisnis dengan luas lahan: 6 meter x 21 meter, memiliki kapasitas: 300 polybag (termasuk instalasi hidroponik, bibit, dan pupuk). Estimasi modal awal sekitar Rp 88,7 juta. Siklus tanam 3 hingga 4 kali dalam setahun.
”Dengan sistem yang terkontrol, risiko gagal panen bisa diminimalisir. Berdasarkan kalkulasi kami, investasi di Ecopark Kambangsemi ini diprediksi sudah mencapai titik impas (break even point) dalam waktu kurang dari tiga tahun,” pungkas Zubas.
Salah satu peserta, Nono Harijanto, menyampaikan terima kasih kepada perusahaan atas kesempatan yang diberikan bagi karyawan, khususnya yang akan menjalani masa pensiun untuk mengikuti pelatihan-pelatihan seperti ini. karena sangat penting dan bermanfaat sekali guna menambah wawasan dan ilmu yang bisa menjadi pertimbangan aktifitas nanti di saat memasuki masa purna tugas.(*)
















