Redaksi7.id, TUBAN – SMK Negeri Jatirogo ajak wali murid bersinergi untuk memastikan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima tepat guna. Tujuannya agar uang bantuan pemerintah sebesar Rp1,8 juta itu benar-benar terserap dan digunakan untuk menunjang kebutuhan belajar siswa.
Upaya tersebut diwujudkan pihak sekolah dengan mengundang 73 wali murid penerima PIP dan penyalur perbankan Himbara BNI untuk mengikuti sosialisasi. Kegiatan edukasi tersebut berlangsung di musala sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN Jatirogo, M. Albar, membeberkan pentingnya pengawasan langsung dari pihak keluarga atau wali murid saat dana cair. Berdasarkan evaluasi dari pencairan sebelumnya, tanpa pendampingan orang tua, sebagian siswa cenderung menggunakan uang bantuan untuk hal-hal di luar kepentingan sekolah. Hal ini tentu menjadikan pihak sekolah Dilematis tanpa pendamping langsung tentu bantuan PIP digunakan di luar kepentingan kebutuhan sekolah.
“Uang segitu kan besar ya, Rp1,8 juta. Kemarin ada yang dibelikan aksesoris motor, ada yang dibuat beli HP. Nominal ini tentu sangat berarti untuk mendukung sekolah anak. Melalui forum ini, kami ajak para wali murid untuk bersama-sama mengontrol penggunaannya karena ini sifatnya dana transfer langsung ke kartu PIP siswa penerima,” ujar Albar.
Selain memberikan arahan pengawasan dan pendampingan, pihak sekolah mengimbau orang tua agar bijak mengelola bantuan tersebut. Jika perlengkapan sekolah anak seperti seragam atau tas masih dalam kondisi layak pakai, dana PIP disarankan dialokasikan kebutuhan pendidikan lain yang lebih mendesak.
Baca Juga:
Selain fokus edukasi pengelolaan keuangan, momen tatap muka ini menjadi ruang terbuka bagi sekolah untuk mengklarifikasi berbagai isu yang berkembang di masyarakat, termasuk adanya tudingan dilayangkan platform website terkait pemotongan dana oleh pihak sekolah.
Albar secara tegas menyatakan bahwa seluruh bantuan disalurkan penuh kepada siswa yang berhak tanpa ada pengurangan sedikit pun. Sehingga, sosialisasi dengan orang tua dengan mengundang perbankan Himbara perlu dilakukan oleh lembaga pendidikan.
“Ada isu kami potong untuk kepentingan sekolah, jadi kami tegaskan tidak ada pemotongan untuk dana PIP. Kami sampaikan secara terbuka bahwa tidak ada pemotongan dalam bentuk apa pun. Transparansi ini penting agar tidak ada kesalahpahaman,” tegasnya.

Senada dengan Humas, Kepala SMKN Jatirogo, Darusman, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari persiapan pencairan dana yang akan dilakukan secara transparan bersama para wali murid.
“Kami perlu mengedukasi dan melakukan sosialisasi kepada orang tua agar bisa menggunakan dana PIP dengan bijak. Rencananya pencairan dilakukan bersama orang tua agar penggunaannya dapat diketahui bersama. Saya juga sudah memastikan tidak ada potongan dalam dana PIP ini,” ungkap Darusman saat di temui dilingkungan sekolah.
Ia berharap adanya sinergi dengan semua dari orangtua siswa, komite sekolah, dan penyalur perbankan BNI dapat meluruskan kesalahpahaman tentang PIP agar tidak dimanfaatkan pihak – pihak tertentu untuk menyudutkan lembaga pendidikan.
Sebagai informasi, SMK Negeri Jatirogo merupakan sekolah menengah kejuruan yang berlokasi di Jalan Raya Bader No. 55, Kecamatan Jatirogo, wilayah barat Kabupaten Tuban. Saat ini sekolah menampung sekitar 1.435 siswa dengan 5 Program Keahlian yakni:
1. Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif (TKRO)
2. Desain dan Produksi Busana
3. Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
4. Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL)
5. Geologi Pertambangan

















